buy hypertropin
 

ANARKISME ( Sebuah Pengantar bagian 1)

Posted by squattingalgea on Dec 10, 2020 in ARTIKEL |

Praktik praktik anarkisme tidak pernah menemukan klimaksnya.
Anarkisme tidak menjanjikan sebuah entitas atau bentuk munisipal dalam masyarakat dengan hirarkis absolut dan birokrasi up to down maupun bottom up.
Meski begitu, anarkisme telah dipraktekan jauh sebelum penggunaan istilah anarkisme itu sendiri.
Anarkisme telah dipraktekan sepanjang sejarah terbentuknya suatu masyarakat.
Pola dan coraknya sangat beragam dan penuh warna.
Anarkisme bukan sebuah disorder atau pun chaos, dia adalah kebalikanya.
Anarkisme adalah manusia,anarkisme menjaga nilai dan hakekat manusia sebagai manusia dan mengembalikanya kepada seharusnya.
Menjadi manusia itu sendiri.

Pierre-Joseph Proudhon

(lahir di Besançon, Prancis, 15 Januari 1809 – meninggal di Passy, Paris, Prancis, 19 Januari 1865 pada umur 56 tahun) adalah seorang pakar ekonomi berkebangsaan Prancis dan juga seorang filosofis sosialis dan merupakan orang yang pertama kali menyebut dirinya sebagai seorang “anarkis” sekaligus salah seorang pemikir anarkis yang pertama. Proudhon lahir di Besancon, Prancis. Proudhon terkenal dengan pernyataan kerasnya bahwa “Hak milik pribadi adalah pencurian!” (B. Inggris: Property is theft!)

Dia adalah anak seorang petani anggur. Pada mulanya dia adalah seorang otodidak karena ketidakmampuan ekonomi keluarganya membuatnya tidak mampu bersekolah, tetapi kemudian dia mendapat beasiswa untuk studi filsafat dan ekonomi di Akademi Besancon.

Pemikiran Proudhon adalah sosialis, tetapi berbeda dengan pemikir sosialis utopis sebelumnya, Proudhon lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat praktis. Proudhon berpendapat bahwa manusia dalam hakikatnya terlahir sebagai individu yang bebas dan mempunyai hak-hak asasi tertentu. Dalam interaksinya dengan individu yang lain, individu-individu ini membentuk suatu masyarakat yang “alami” yang juga mempunyai hak-hak asasi dalam dirinya. Hak-hak inilah yang kemudian diperkosa oleh sistem ekonomi kapitalisme yang dikuasai oleh para pemilik modal.

Proudhon adalah seorang pemikir yang mempunyai pengaruh jauh lebih besar terhadap perkembangan anarkisme, seorang penulis yang betul-betul berbakat dan ‘serba tahu’ dan merupakan tokoh yang dapat dibanggakan oleh sosialisme modern. Proudhon sangat menekuni kehidupan intelektual dan sosial di zamannya, dan kritik-kritik sosialnya didasari oleh pengalaman hidupnya itu. Di antara pemikir-pemikir sosialis di zamannya, dialah yang paling mampu mengerti sebab-sebab penyakit sosial dan juga merupakan seseorang yang mempunyai visi yang sangat luas. Dia mempunyai keyakinan bahwa sebuah evolusi dalam kehidupan intelektual dan sosial menuju ke tingkat yang lebih tinggi harus tidak dibatasi dengan rumus-rumus abstrak.

Proudhon melawan pengaruh tradisi Jacobin yang mendominasi pemikiran demokrat-demokrat di Prancis dan kebanyakan sosialis pada saat itu, dan juga pengaruh negara dan kebijaksanaan ekonomi dalam proses alami kemajuan sosial. Baginya, pemberantasan kedua-dua perkembangan yang bersifat seperti kanker tersebut merupakan tugas utama dalam abad kesembilan belas. Proudhon bukanlah seorang komunis. Dia mengecam hak milik sebagai hak untuk mengeksploitasi, tetapi mengakui hak milik umum alat-alat untuk berproduksi, yang akan dipakai oleh kelompok-kelompok industri yang terikat antara satu dengan yang lain dalam kontrak yang bebas; selama hak ini tidak dipakai untuk mengeksploitasi manusia lain dan selama seorang individu dapat menikmati seluruh hasil kerjanya. Jumlah waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah benda menjadi ukuran nilainya dalam pertukaran mutual. Dengan sistem tersebut, kemampuan kapital untuk menjalankan riba dimusnahkan. Jikalau kapital tersedia untuk setiap orang, kapital tersebut tidak lagi menjadi sebuah instrumen yang bisa dipakai untuk mengeksploitasi.

 

Comments are closed.

Copyright © 2021 LITERASI TROTOAR. Design by Laptop Geek for and R*.